Seorang kakek yang dikenal sebagai seorang pejuang di kampungnya, menasehati cucunya agar selalu menghargai kemerdekaan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur, mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan bangsa ini.
Cucunya menimpali ucapan kakeknya dengan balik bertanya. Kek, sebagai orang yang pernah bertempur melawan penjajah, tentu kakek punya bekas luka-luka yang didapat ketika perang dahulu. Seperti halnya kakek Si Udin, di dahinya ada bekas luka akibat keserempet peluru.
Kakeknya menjawab, tidak Cu. Sedikitpun tidak ada bekas luka pada tubuh kakek, ditimpali lagi oleh cucunya... berarti kakek hebat ya, walaupun sudah bertempur melawan penjajah tetapi selalu selamat. tentu saja Cu.. jawab kakeknya, karena sewaktu perang dahulu, kakek bertugas sebagai Motivator Pejuang. Yang mana tugasnya adalah memberikan motivasi kepada para pejuang yang akan pergi berperang..
Cucunya menimpali ucapan kakeknya dengan balik bertanya. Kek, sebagai orang yang pernah bertempur melawan penjajah, tentu kakek punya bekas luka-luka yang didapat ketika perang dahulu. Seperti halnya kakek Si Udin, di dahinya ada bekas luka akibat keserempet peluru.
Kakeknya menjawab, tidak Cu. Sedikitpun tidak ada bekas luka pada tubuh kakek, ditimpali lagi oleh cucunya... berarti kakek hebat ya, walaupun sudah bertempur melawan penjajah tetapi selalu selamat. tentu saja Cu.. jawab kakeknya, karena sewaktu perang dahulu, kakek bertugas sebagai Motivator Pejuang. Yang mana tugasnya adalah memberikan motivasi kepada para pejuang yang akan pergi berperang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar